Motivation Letter Raja Brawijaya 2020

 

Stay Grateful

 

Hallo! Namaku Alwan Fauzul Azhim Kustiwa. Aku Lahir di Garut, 15 Februari 2003 tetapi besar di Kota Tasikmalaya mengikuti perjalanan dinas ayahku yang seorang guru PNS. Sekarang aku jadi Mahasiswa Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya. Calon anak kost yang akan tinggal sendiri di Kota Malang tapi terhambat pandemi dan jadi mahasiswa kuliah daring. Aku adalah anak pertama dari dua orang bersaudara. Alhamdulillah, aku bisa sampai saat ini berkat orang tuaku yang mendukung kemana pun minat dan bakatku menuju dan segala kebutuhanku dalam belajar atau mengasah bakat pun selalu mereka usahakan meskipun dalam keterbatasan ekonomi.

Sewaktu SMA prestasiku cukup redup. Hanya sedikit aktif di organisasi kepramukaan. Di kelas aku pernah memegang ranking 28 sari 36 siswa. Meskipun begitu, aku tetap optimis bahwa aku adalah orang pintar yang pemalu tapi tidak aktif di kelas, dan tidak sampai apatis. Karena prestasiku, aku hanya ikut satu seleksi masuk perguruan tinggi negeri yaitu SBMPTN.  Alhamdulillah aku lulus di pilihan pertama Sistem Informasi Universitas Brawijaya karena usaha dan fokusku di SBMPTN tersebut. Kukira aku tidak akan sampai sini jika banyak pesimis, rendah diri, tidak menghargai diri sendiri.

Caraku menyayangi diri sendiri adalah dengan banyak bersyukur. Masih banyak di luar sana orang yang kondisinya tidak lebih baik dariku. Aku juga sering berpikir jika standar kebahagiaan seseorang ditentukan oleh standar hidup mereka. contohnya aku akan Bahagia jika diberi uang jajan hingga 50 ribu oleh orang tuaku. Tapi belum tentu dengan orang lain yang lebih “memiliki” dari diriku, apakah mereka akan puas hanya dengan uang jajan segitu. Aku bersyukur orang tua ku tidak memanjakan ku karena keterbatasan ekonomi, entah jadi bagaimana aku saat ini jika hal itu terjadi. Karena itu menjadi motivasiku untuk meningkatkan standar hidup ku dengan kerja kerasku sendiri.

Jangan lupa untuk menghargai kerja keras diri sendiri bagaimanapun hasil yang kita dapatkan agar kita tidak merasa lelah berusaha dan malas untung mencobanya kembali. Jangan takut gagal, carilah tantangan karena itu akan membuat seseorang beradaptasi menjadi semakin kuat. Jadikan kekurangan kita sebagai kebanggaan atau keunggulan contohnya untuk adu nasib, eh maksudku motivasi untuk berusaha lebih bekerja keras lebih dari orang lain. Jangan lupa untuk selalu membantu orang lain ketika kita sanggup, karena itu bisa membuat kita belajar lebih dalam menghargai kemampuan kita dan perasaanya itu yang bisa membuat kita lebih bahagia.  Seperti itulah caraku menyayangi dan menghargai diriku sendiri untuk saat ini.

Aku harap pandemi ini segera berakhir. Aku ingin berpetualang di dunia perkuliahan, pergi ke tempat yang belum pernah ku tuju sebelumnya, dan beradaptasi dengan duniaku nanti. Aku janji akan lebih berprestasi ke depannya. Selain itu, Kuliah daring saat ini terkadang sangat membuatku frustasi, dengan tugas yang menumpuk tanpa ada teman menyontek, maksudku teman berdiskusi tugas, yang membuat perkuliahan terasa agak membosankan. Tapi semakin hari, aku semakin beradaptasi seperti mulai cukup seru untuk ngulik koding, dapet temen virtual yang insyaallah akan bertemu nanti di malang yang bisa saling bertukar tugas, eh diskusi tugas. Aku bersyukur bisa sampai saat ini, dan aku harap semua rintangan yang aku hadapi kedepannya dapat membuatku lebih kuat kedepannya.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan Populer